Isunomic-Ustadz Adi Hidayat (UAH), Ketua Dewan Pembina Yayasan Institut Quantum Akhyar, mengatakan,  jaringan Majelis Tabligh Muhammadiyah yang mencakup sekitar 12.000 masjid memiliki potensi untuk menjadi basis pengembangan koperasi berbasis komunitas. Menurut UAH, jumlah masjid sebanyak itu bisa menjadi salah satu modal untuk membangun sistem koperasi yang dapat diterapkan secara lebih luas.

"Ada 12.000 masjid di bawah Majelis Tabligh (Muhammadiyah), dan seluruh peserta atau jamaahnya itu riil. Database-nya terkumpul dalam satu database digital. Jadi orangnya riil, tempatnya ada, sistemnya sudah dibuat," ujar UAH di acara penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) anatara Kementerian Koperasi (Kemenkop) dengan Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan, di Jakarta, dikutip Selasa (22/9/2026).

Baca Juga : Riil

Menteri Maman Beberkan Tiga Jurus agar Mahasiswa Tak Ciut Jadi Pengusaha

2 menit baca

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, kerja sama dengan Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan difokuskan pada pemberdayaan koperasi berbasis rumah ibadah. Ia mengatakan kerja sama tersebut akan dimulai melalui pengembangan koperasi berbasis masjid.

"Kami menyambut baik komitmen PP Muhammadiyah untuk bersama-sama mendorong koperasi berbasis masjid agar dapat tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," kata Menkop Ferry.

Menkop menjelaskan, pengembangan koperasi berbasis rumah ibadah juga belajar dari pengalaman koperasi di lingkungan pondok pesantren yang telah berkembang dan menopang kegiatan ekonomi komunitas. Menkop pun akan mendorong agar masjid-masjid di bawah lingkungan PP Muhammadiyah memiliki badan usaha koperasi. 

"Diharapkan ini bisa menjadi awal yang baik untuk menorehkan sejarah perkembangan koperasi yang lebih modern dan lebih profesional ke depan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah K.H. Fathurrahman Kamal mengatakan, pihaknya ingin mengembangkan fungsi masjid sebagai sebuah ekosistem yang dapat memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. Langkah itu merupakan bagian pemahaman Muhammadiyah dan ideologinya untuk bekerja sama seluas-luasnya.

“Termasuk dengan pemerintah di dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat kita," tandas Fathurrahman.