Isunomic-Bursa saham Amerika Serikat cenderung melemah pada perdagangan Kamis kemarin (8/10). Indeks Nasdaq turun 1,25%, S&P 500 turun 0,47%, dan hanya Dow Jones yang naik tipis 0,10%.
Penurunan beberpa indeks saham di AS dipengaruhi beberapa sentiment. Pertama, lonjakan harga minyak mentah akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sehingga memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga.
Harga minyak melonjak setelah serangkaian serangan terhadap kapal di Selat Hormuz serta penurunan produksi minyak AS akibat aktivitas badai. Kondisi itu memicu kekhawatiran pasokan global. Harha minyaj jenis Brent naik 4,1%, sedangkan WTI menguat 3,6%.
Di Asia, mayoritas bursa turun seiring meningkatnya tekanan di pasar obligasi global. Indeks MSCI turun 1,2%, Nikkei 225 melemah 1,4%, Kospi anjlok 2,6%, Hang Seng turun 1,4%, Taiex melemah 1%, dan ASX 200 Australia turun 0,8%.
Di Tanah Air, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup koreksi 1,88%. Penurunan IHSG salah satunya karena net sell asing yang mencapai Rp848 miliar.
Saham-saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, AMMN, ANTM, dan TLKM. Akibatnya harga saham BMRI turun 2,44% ke posisi Rp4.000.
Nah bagaimana nasib IHSG hari ini? Berikut proyeksi sejumlah analis atau sekuritas.
MNC Sekuritas memberikan perhatian terhadap level 5.973. Apabila level tersebut ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju 5.850-5.911.
“Untuk jangka pendek, area 6.008-6.025 menjadi zona yang perlu dicermati,” tulis mereka, Jumat (9/10/2026).
MNC Sekuritas menetapkan support IHSG pada 6.018 dan 5.973, sedangkan resistance berada di 6.297 dan 6.376.
Sementara BNI Sekuritas melihat peluang rebound apabila IHSG mampu bertahan di sekitar 6.000. Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebut support IHSG berada pada 5.950-6.000, sementara resistance berada di 6.070-6.120.
“IHSG berpotensi tes support kuat di 6.000, dan jika kuat di level tersebut berpotensi kembali rebound. Diperkirakan Support IHSG 5.950-6.000 dan Resist IHSG: 6.070-6.120,” sebut Fanny Suherman dalam risetnya.