Isunomic-Rapor bursa sepekan menunjukkan perbaikan. Selama periode 19-23 Oktober 2026, indeks harga saham gabungan (IHSG) naik sebanyak 254 poin lebih atau 4,90% ke posisi 5.439.
Di pekan ini bursa saham kembali melewati benteng pertahanan terakhirnya setelah pada tanggal 19 Oktober jatuh di bawah level 5.000, tepatnya 4.996. Perlahan tapi pasti, IHSG kemudian membalikkan arah dan kembali ke posisi di atas 5.000.
Selama sepekan ini total volume perdagangan sebanyak 199,8 miliar lembar (unit) saham. Kendati volumenya turun sebesar 9.39%, namun total nilai transaksi sepekan naik dari Rp81 triliun menjadi Rp101,7 triliun.
Investor asing masih melakukan aksi buang barang (net sell) sebanyak Rp6,6 triliun. Jumlah itu naik lebih dari 100% dibaning aksi jual bersih pada pekan lalu yang sebesar Rp3,19 triliun.
Sebagai penguasa pasar, investor domestic menjadi penyelamat dengan melakukan aksi beli yang signifikan. Sepanjang pekan ini aksi beli investor domestik (lokal) mencapai Rp64,7 triliun, naik dibanding pekan lalu yang sebesar Rp50,5 triliun.
Selama sepekan transaksi antar-investor lokal paling mendominasi pasar, baik dari sisi volume, nilai, maupun frekuensi harian. Mayoritas likuiditas pasar pekan ini digerakkan oleh sesama investor lokal.
Pada pekan ini ada tiga saham BUMN yang menjadi penopang kenaikan indeks. Ketiga saham itu adalah BMRI (Bank Mandiri) yang emnyumbang 40,65 poin terhadap IHSG dengan kenaikan harga sebesar 15,04%.
Kemudian saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia) dengan sumbangan sebanyak 39,76 poin dengan kenaikan harga 10,23%. Terakhir saham TLKM (Telkom Indonesia) yang menyumbang 31,31 poin dengan kenaikan harga 17,89%.
Kapitalisasi pasar saham pun naik cukup membanggakan, dari Rp9.157 triliun menjadi Rp9.583 triliun. Kenaikannya mencapai 4,66%.