Isunomic-Transformasi digital saat ini semakin menjadi bagian penting dalam perkembangan industri perasuransian, tidak hanya dalam aspek pelayanan kepada nasabah, tetapi juga mencakup pengelolaan dokumen hingga peningkatan kepercayaan dalam ekosistem perasuransian. Kondisi itu menuntut para profesional untuk terus meningkatkan kompetensi serta mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Abdul Rohman, Ketua Umum Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI), mengatakan, perkembangan teknologi membawa perubahan dalam cara industri perasuransian menjalankan proses bisnis dan memberikan layanan. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari transformasi industri.
“APARI ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang dapat memberikan inspirasi sekaligus memperkuat kesiapan para profesional dalam menghadapi perubahan,” kata Abdul Rohman, saat perayaan ulang tahun ke-33 APARI, dikutip Kamis (1/10/2026).
Abdul Rohman, menambahkan, APARI berkomitem untuk terus menghadirkan inspirasi melahirkan gagasan, memperkuat profesionalisme, mendorong inovasi, serta membangun kolaborasi mengubah gagasan menjadi kenyataan dengan berbagai pemangku kepentingan. Komitmen itu untuk mendukung kemajuan industri kepialangan asuransi, khususnya dan industri perasuransian pada umumnya.
“Tantangan industri yang semakin dinamis memerlukan kompetensi yang kuat dan kolaborasi yang inklusif. APARI berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan literasi dan kualitas industri perasuransian nasional,” kata Abdul Rohman.
Rangkaian HUT APARI ke-33 juga meliputi Wisuda Akbar APARI. Tahun ini APARI melaksanakan prosesi wisuda kepada 622 wisudawan/wisudawati dari tiga jenjang pendidikan, terdiri dari 282 lulusan Ajun Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (AAPAI), 228 lulusan Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APAI) dan 112 lulusan Certified Indonesian Insurance and Reinsurance Brokers (CIIB).
“Kami percaya bahwa profesional yang kompeten, berintegritas, dan adaptif akan menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai tantangan sekaligus menangkap peluang perkembangan industri asuransi dan reasuransi ke depan,” jelas Abdul Rohman.
Menurut Abdul Rohman, kolaborasi antara asosiasi, regulator, pelaku industri, mitra strategis, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi semakin penting. Sinergi diperlukan untuk membangun ekosistem perasuransian yang adaptif, berkelanjutan, serta mampu merespons kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.
“APARI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kompetensi profesional pialang asuransi dan reasuransi agar dapat mendukung terciptanya sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan industri perasuransian Indonesia,” tandas Abdul Rohman.