dr. Renan Sukmawan, Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, menambahkan, pada Desember 2025, tim bedah anak, ortopedi, bedah plastik, dan urologi menilai bahwa operasi pemisahan memungkinkan untuk dilakukan. Selanjutnya, pada Januari hingga Mei 2026, tim bedah plastik melakukan persiapan jaringan menggunakan tissue expander.
“Setelah melalui evaluasi lanjutan dan pertemuan bersama keluarga pada Agustus 2026, orang tua menyetujui rencana pemisahan yang kemudian dilaksanakan pada September 2026,” jelas dr. Renan.
Operasi melibatkan tim anestesi, bedah anak, bedah plastik, bedah urologi, bedah ortopedi, serta tim perawat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menangani kompleksitas pemisahan dan kebutuhan rekonstruksi sesuai kondisi masing-masing anak. RSCM memfasilitasi pelaksanaan operasi dengan dukungan tim medis dan pelayanan yang dibutuhkan.
“Setelah operasi, kedua anak menjalani perawatan intensif di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dengan pemantauan oleh tim perawatan intensif dan tim bedah terkait. Salah satu tantangan dalam masa pemulihan adalah perawatan luka operasi yang membutuhkan koordinasi dan penanganan bersama dari berbagai tim bedah,” ungkap dr. Renan.
Berdasarkan perkembangan terakhir, kondisi kedua anak dilaporkan cukup stabil secara medis dan direncanakan berpindah dari PICU ke ruang perawatan biasa. Perkembangan tersebut tetap memerlukan pemantauan klinis dan evaluasi berkelanjutan oleh tim medis sesuai kondisi masing-masing anak.