Isunomic-Indonesia menegaskan pentingnya standar hukum dan regulasi yang jelas untuk inovasi keuangan digital guna memberikan kepastian bagi pelaku pasar, sekaligus acuan bagi pembuat kebijakan. Pandangan itu disampaikan Menteri Keuangan (menkeu) Suahasil Nazara di Forum G20 Bangkok.
Menkeu Sua menyampaikan tiga isu utama terkait kebijakan dan arah kerja sama keuangan global. Pertama, Indonesia mengapresiasi capaian dan peran Financial Stability Board (FSB) dalam mendorong modernisasi regulasi serta memetakan berbagai risiko material yang muncul dari perkembangan inovasi keuangan digital.
Kedua, Indonesia menegaskan komitmen untuk terus mendorong pengembangan pembayaran lintas batas berbasis QR dan penggunaan transaksi mata uang lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam sistem pembayaran, memfasilitasi aktivitas perdagangan, serta memperdalam inklusi keuangan.
“Ketiga, Indonesia menyambut baik fokus G20 pada modernisasi pasar uang dan pembayaran lintas batas,” kata Menkeu Sua dikutip Sabtu (17/10/2026).
Mengingat keberagaman kerangka regulasi, struktur pasar, dan tingkat perkembangan keuangan di antara negara-negara G20, dalam kesempatan tersebut, Indonesia mengusulkan dilakukannya pemetaan pada tahap awal.
“Pemetaan itu menjadi fondasi diskusi untuk menentukan prioritas bersama serta memfasilitasi kerja sama yang relevan bagi setiap negara,” tandas Menkeu Sua.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian sektor keuangan yang berhasil diraih di bawah kepemimpinan Presidensi G20 di bawah Amerika Serikat pada tahun ini.
Indonesia menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kerja sama dengan Inggris sebagai pemegang Presidensi G20 tahun 2027 serta seluruh negara anggota dalam memajukan agenda ekonomi dan keuangan global secara bersama-sama.