Isunomic-Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan, upaya memajukan industri nasional perlu diawali dengan pemahaman yang utuh terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pelaku industri. Karena itu, seluruh jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) diminta menginventarisasi semua hambatan yang muncul.
“Kami ingin melakukan belanja masalah. Kita petakan secara menyeluruh persoalan yang dihadapi industri. Yang terpenting, setiap masalah harus kita carikan jalan keluarnya,” kata Menperin Sarmuji di Jakarta, dikutip Selasa (6/10).
Menurut Menperin, pemetaan persoalan industri diperlukan agar kebijakan yang disusun pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha. Kemenperin tidak hanya perlu mengetahui indikator makro mengenai perkembangan industri, tetapi juga memahami secara lebih detail persoalan yang dihadapi masing-masing subsektor industri.
“Kita perlu mendengarkan dan mengidentifikasi persoalannya secara detail. Dari situlah kita dapat menentukan prioritas kebijakan dan langkah penyelesaiannya,” ujarnya.
Menperin menekankan bahwa berbagai persoalan yang ditemukan nantinya perlu dikelompokkan berdasarkan tingkat urgensi, kewenangan, serta dampaknya terhadap kinerja industri. Persoalan yang dapat ditangani secara langsung akan didorong penyelesaiannya secepat mungkin, sedangkan persoalan yang bersifat lintas sektor akan dikoordinasikan dengan kementerian lain.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam rapat tersebut adalah industri permesinan. Menperin memberikan penekanan terhadap pentingnya mendorong pertumbuhan industri permesinan nasional agar kebutuhan mesin dan peralatan industri dapat semakin banyak dipenuhi dari produksi dalam negeri.