Puntodewi melanjutkan, ekspor furnitur nasional pada tahun berjalan 2026 mencapai USD1,20 miliar atau setara Rp21 triliun (kurs Rp17.500) dengan surplus pada neraca perdagangan USD576,32 juta atau Rp 10 triliun lebih. Furnitur kayu menyumbang 68,1% pangsa ekspor, sementara furnitur logam menunjukkan tren positif sebagai peluang diversifikasi.
Pasar nontradisional untuk produk furnitur juga mulai menjanjikan. Ekspor ke Yunani melonjak 279,4% dan ke Prancis tumbuh 8,1%.
“Selain itu, kondisi global saat ini membuat buyer mancanegara aktif mencari pemasok alternatif yang berasal dari Indonesia,” tandas Puntodewi.