Isunomic-Ada kabar seru nih gaes dari bursa saham. Ya, beberapa hari yang lalu, tepatnya pada 18 September 2026, dua produsen susu melakukan kerja sama strategis.

PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)—produsen susu dengan merek “Ultra Milk”--mengakuisi sepenuhnya saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) yang memproduksi “Susu Bendera”. 

Baca Juga : Makro

Disebut Kaum Check Out? Berbanggalah karena Nyetor Rp44 Triliun buat Negara

2 menit baca

FFI merupakan perusahaan yang dimiliki oleh FrieslandCampina International Holding B.V (FCIH). Perusahaan yang bermarkas di Belanda itu mengempit saham FFI sebanyak 78,09%, sisanya adalah Blue Waves Group Ventures (BWG) 16,91% dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI) 5%.

Kerja sama strategis ini sebenarnya cuma “tukar guling” saham, alias saling ambil saham. Tak ada transaksi dengan uang tunai dalam aksi korporasi ULTJ Ini.

Jadi, ULTJ melakukan penerbitan saham baru (rights issue) sebanyak 7,9 miliar lembar dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham. Di atas kertas, nilai nominal yang bisa diraup mencapai Rp16,93 triliun.

Semua saham baru yang diterbitkan tadi sudah “dikaveling” oleh enam pemegang saham terbesar ULTJ. Artinya mereka berhak membeli saham sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing. 

Total saham yang dikeveling enam pemegang saham itu sebanyak 6.776.724.153 lembar. Jumlah saham itu nantinya akan didistribusikan kepada para pemegang saham FFI (Susu Bendera).

Rinciannya adalah sebagai berikut, 5.291.626.319 lembar saham akan ditukar dengan 78% saham FCIH di FFI. Sisanya 1.146.278.726 lembar saham ditukar dengan 16,91% saham BWG di FFI dan 338.837.108 lembar saham dibarter dengan 5% saham BWI di FFI.

Total saham hasil right issue para pemegang saham ULTJ yang ditukar guling dengan 100% saham FFI milik FCIH, BWG, dan BWI itu totalnya mencapai 85,7% senilai Rp14,6 triliun.  Lalu bagaimana dengan sisa saham hasil right issue sebanyak 1.123.260.847 lembar atau 14,3% senilai Rp2,3 triliun?

“Sisanya dalam bentuk penyetoran tunai akan digunakan oleh perseroan sebagai modal kerja,” tulis manajemen ULTJ dalam keterbukaan informasinya dikutip Minggu (20/9/2026).

Aksi tukar guling saham ini tentu saja akan mengubah komposisi enam pemegang saham ULTJ yang sebelumnya berkuasa.  Sabana Prawirawidjaja yang sebelumnya mengempit 53,17% saham turun menjadi 30,25%.  Lalu, PT Prawirawidjaja Prakarsa dari 23,78% menjadi 13,53%.

Kemudian Suhendra Prawirawidjaja dari 1,52% saham menjadi 0,86%. Begitu pula Samudera Prawirawidjaja dari 3,61% menjadi 2,05%, Nila S dari 3,61% turun 2,05% saham, dan Lili Melati awalnya 0,34% menjadi 0,19%.

Sementara dari geng para pemegang saham “Susu Bendera” setelah masuk ke susu “Ultra Milk” akan menguasai saham sebesar 37,07%. Rincianya, FCIH sebesar  28,95%, BWG 6,27%, dan BWI 1,85%. 

Meski mengempit 37,07% saham ULTJ, Geng Susu Bendera belum bisa dibilang menguasai Susu Ultra Milk. Pasalnya, Geng Susu Ultra Milk masih mengusai 48,93% saham. Jadi Geng Ultra Milk masih menjadi penguasa “gelas susu” di ULTJ.