Tingginya nilai transaksi domestik ini berhasil menyerap tekanan pasar, sebab di hari yang sama investor asing justru melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp1,47 triliun di pasar reguler. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI menjadi sasaran transaksi terbesar para investor yang memanfaatkan momentum koreksi harga tersebut.

Untuk hari ini, Jumat (23/10) atau hari penutupan akhir pekan, sejumlah analis memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan terbatas dalam rentang support 5.310 dan resistance 5.430. Ada juga yang memprediksi support hari ini di 5.185 dan 4.915, sedangkan resistance 5.404 dan 5.563.

Ada beberapa sentimen yang mendorong penguatan itu. Pertama, masih berlanjutnya sentimen positif atas keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75%. Keputusan itu memberikan kepastian arah kebijakan moneter dalam negeri di tengah ketidakpastian pasar global.