Isunomic-Dunia masih bergolak. Saat ini meningkatnya risiko geopolitik disrupsi teknologi, fragmentasi keuangan, hingga kompleksitas rantai pasok global, masih menjadi ancaman bagi fiskal dan juga industri sektor keuangan.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menjelaskan, berbagai risiko global saat ini semakin saling terhubung. Ketegangan geopolitik, misalnya, dapat mengganggu pasokan minyak dan mendorong kenaikan harga energi yang kemudian berdampak pada kenaikan harga barang lainnya, hingga nilai tukar.
Menurut Wamenkeu Juda, dalam menghadapi kondisi tersebut, kebijakan fiskal perlu tetap berfungsi sebagai shock absorber (peredam) sekaligus menjaga momentum pertumbuhan. APBN harus mampu melindungi masyarakat, mendukung aktivitas produktif, dan merespons risiko yang muncul dengan tetap menjaga disiplin, kredibilitas, dan keberlanjutan fiskal.