Isunomic-Angin sore sepoy-sepoy berembus menyapu lanskap bebatuan karst yang membentang di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan yang kerap disangka menyimpan keterbatasan, justru menyembunyikan rahasia kesuburan tersendiri. 

Di antara kontur tanah berbatu dan terik mentari yang menyengat, kini deretan daun lidah buaya berdiri tegar, memantulkan kilau hijau segar yang menyejukkan pandangan. Tanaman lidah buaya itu tak tumbuh secara liar, tapi merupakan jerih masyarakat yang ingin meraih pendapatan dari kondisi yang menyulitkan ketika kemarau panjang melanda.

Adalah PT Mount Vera Sejati yang berpijak sejak 2014 dan merajut asa untuk membuktikan bahwa kearifan lokal mampu diolah sedemikian rupa untuk hadir dengan ragam bentuk. Mulai dari isian sehat minuman dan mangkok camilan hingga menjadi bagian dari rantai produksi industri obat dan kecantikan yang jauh lebih kompleks. 

“Saya mencoba riset mandiri untuk mencari dan memilih tanaman yang tangguh dan sanggup berkembang optimal saat kemarau sekaligus memiliki nilai ekonomi. Lidah buaya jadi jawaban yang potensial untuk diekplorasi lebih lanjut,” ucap Alan Efendhi, sang founder, dikutip Senin (19/10/2026).