Nah, kejutan paling mencolok dalam struktur impor Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2026 terletak pada komoditas yang jarang disorot. Impor kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) melonjak fantastis hingga 372,70%.
Data Berita Resmi Statistik BPS mengungkap nilai impor kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) mencapai USD1,30 miliar atau setara Rp22,1 triliun (kurs Rp17.000). Impor berasal dari Perancis, sehingga menjadikan negara itu sebagai salah satu penyumbang defisit non-migas terbesar dengan nilai USD1,8 miliar.
China masih menjadi negara pertama yang menyumbang defisit sebesar USD19,2 miliar. Disusul Australia sebesar USD4,98 miliar.
Kenaikan super-tajam impor HS 88 menimbulkan pertanyaan: apakah untuk pengadaan armada penerbangan komersial, atau penguatan persenjataan dirgantara nasional?