Bisa dibilang, Chairal Tanjung adalah “komisaris abadi” di Garuda. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di jajaran dewan komisaris maskapai pelat merah ini pada akhir tahun 2014, ia tetap bertahan melewati berbagai era kepemimpinan.
Lantas, siapa sebenarnya sosok ini? Lahir di Jakarta, 16 Mei 1966, Chairal bukanlah figur kemarin sore di dunia birokrasi keuangan. Berbekal latar belakang pendidikan dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) serta gelar sarjana hingga magister ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), ia memulai karier profesionalnya sebagai seorang auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Pada tahun 1992, Chairal bergabung dengan lingkaran bisnis sang kakak, Chairul Tanjung. Bermula sebagai manajer keuangan, kariernya melejit hingga didapuk menjadi Direktur CT Corp pada tahun 2000.
Masuknya Chairal ke tubuh Garuda Indonesia bermula pada RUPSLB bulan Desember 2014. Penunjukan tersebut sejatinya bukan sekadar penugasan profesional biasa, melainkan representasi dari kepentingan strategis PT Trans Airways—anak usaha CT Corp—yang menanamkan modal dan menjadi salah satu pemegang saham signifikan di maskapai nasional tersebut.
Awal mula masuknya Chairul Tanjung atau CT Corp sebagai pemegang saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berawal pada tahun 2012, atau sekitar satu tahun setelah Garuda resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (IPO) pada Februari 2011. Melalui PT Trans Airways, Chairul Tanjung memborong kepemilikan saham Garuda.