sunomic-Indeks harga saham gabungan hari ini, Senin (12/10/2026), diprediksi kembali menguat dan menguji level 6.227-6.231. Penguatan hari ini melanjutkan penguatan yang terjadi pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, Jumat (9/10), di level 6.093 atau naik 1,04%.
Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan, best case IHSG sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave c. Jadi masih berpeluang menguat untuk menguji area gap di 6.227-6.231.
"Namun demikian, waspadai akan adanya potensi koreksi ke area 5.850-5.911 bila break 5.973. Cermati area koreksi dalam jangka pendek di 6.008-6.025,” kata Herditya dalam risetnya dikutip Senin (12/10/2026).
Sementara itu, dalam risetnya PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas. Level support dan level resistance IHSG berada di rentang 6.000-6.270.
“Potensi koreksi kembali terbuka,” tulis riset PT Pilarmas.
IHSG pada awal pekan ini akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen internal domestik dan eksternal global. Sentimen domestik berupa data makroekonomi menunjukkan perbaikan saat penjualan ritel Indonesia tercatat tumbuh 1,3% year-on-year (YoY) pada Agustus 2026, naik tipis dari bulan sebelumnya yang berada di level 1,1%. Pertumbuhan itu memberikan katalis positif bagi terjaganya daya beli domestik.
Munculnya volume beli pada akhir pekan lalu menunjukkan adanya aksi akumulasi pelaku pasar setelah tekanan jual mereda. Alhasil, indeks mampu bertahan kokoh di atas level psikologis 6.000.
Dari luar negeri, sentimen datang dari meredanya tensi geopolitik eksternal. Koreksi pada harga minyak dunia juga turut memberikan angin segar bagi stabilitas pasar keuangan global maupun regional Asia.