Subsidi yang mereka persoalkan ada pada harga gas. Pihak industri kaca India menuduh bahwa pemerintah menetapkan harga gas domestik melalui entitas terkendali di bawah harga pasar yang wajar. Kebijakan ini dinilai memberi keuntungan biaya produksi yang jauh lebih murah bagi produsen kaca.
Dalam dokumen berjudul “Countervailing (Anti-Subsidy) investigation concerning imports of "Clear Float Glass" originating in or exported from Indonesia and Malaysia, DGTR menilai bahwa pasokan gas diatur dalam kerangka regulated framework karena harga dipatok oleh mekanisme pemerintah atau badan publik, sehingga harga domestik tersebut dianggap tidak mencerminkan mekanisme pasar murni.
DGTR pun menetapkan perlunya acuan harga pembanding (out-of-country benchmark) dari luar negeri untuk menguji apakah ada unsur subsidi harga gas atau tidak. Berapa harga gas yang menjadi acuan otoritas India?
Menurut DGTR harga gas yang menjadi acuan bahwa produsen kaca di Malaysia dan Indonesia tidak disubsidi adalah USD11, 89 per MMBtu (April 2024), USD 13.00 per MMBtu (periode Mei 2024 – Desember 2024. Kemudian pada periode Januari 2025-March 2025 adalah USD16.77 per MMBtu.
Dari mana Otoritas India mengambil harga acuan itu? Nah, ternyata dari Indonesia. Harga acuan itu adalah gas komersial untuk industri atau bukan harga gas bumi tertentu (HGBT), alias gas murah.
Sementara, HGBT untuk industri di Indonesia, termasuk industri kaca hanya sebesar antara USD6,5 per MMBtu untuk gas yang digunakan sebagai bahan baku. Lalu harga USD7,0 per MMBtu untuk gas yang digunakan sebagai energi.
Industri kaca di Indonesia adalah satu satu industri yang mendapat subsidi harga dari pemerintah. Ada tujuh sektor industri yang mendapat harga gas subsidi, yaitu industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, gelas/kaca, dan industri sarung tangan karet.
Harga gas inilah yang membuat ekspor kaca Indonesia ke India menjadi sasaran penyelidikan. Untungnya, ya itu tadi, volume ekspor Indonesia masih di bawah 4%. Jadi otoritas India langsung menghentikan penyelidikan secara otomatis.